Talk Show Literasi Negriku: Literasi Membangun Bangsa dan Membela Negara
itafuida 02 September 2026 08:20:27 WIB
Trimulyo -- Talk Show “Literasi Negeriku: Literasi Membangun Bangsa dan Membela Negara” yang dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026 menyampaikan inti bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, menghasilkan karya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Bapak Dr. Ir. Ardian, S.Kom., M.Eng., CIPA, Bapak Wikan Werdo Kisworo, dan Ibu Fadhilah Najibah. Talk show membahas literasi dari berbagai perspektif, mulai dari literasi sebagai bentuk bela negara, literasi budaya, hingga upaya meningkatkan budaya baca dan keterbukaan informasi di tingkat kalurahan.
Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Ardian, S.Kom., M.Eng., CIPA menekankan bahwa membela negara dapat dilakukan melalui bidang literasi. Literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca atau memperoleh pengetahuan, tetapi harus mampu menghasilkan outcome atau dampak nyata. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Taksonomi Bloom, yaitu proses belajar yang berkembang dari mengingat dan memahami, kemudian menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga menciptakan sesuatu yang bermanfaat.
Menurutnya, karya literasi seharusnya tidak hanya menjadi produk, tetapi mampu memberikan pengaruh dan menggerakkan masyarakat. Hal sederhana seperti mengajak teman berkunjung ke museum, mengenal wayang, membaca buku sejarah, atau memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang lain merupakan bentuk nyata dari literasi yang berdampak.
Ia juga mengingatkan tentang besarnya perkembangan industri gim di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi sangat besar. Hal tersebut menjadi contoh bahwa literasi digital perlu diarahkan tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mampu memahami, menciptakan, dan menghasilkan karya di ruang digital.
Dalam konteks pelestarian budaya, disampaikan pula mengenai keberadaan berbagai koleksi dan literatur tentang Indonesia di luar negeri, termasuk di Belanda. Hal tersebut menunjukkan bahwa kekayaan pengetahuan dan budaya Indonesia telah menjadi bagian dari dokumentasi serta koleksi berbagai lembaga di dunia. Karena itu, masyarakat Indonesia perlu memiliki kemampuan literasi sejarah dan budaya agar tidak kehilangan pengetahuan mengenai identitas bangsanya sendiri.
Sementara itu, Bapak Wikan Werdo Kisworo, selaku Ulu-Ulu Kalurahan Trimulyo, mengangkat tema literasi budaya dan pariwisata. Salah satu contoh yang diperkenalkan adalah Batik Nitik Trimulyo, yang menjadi salah satu karakteristik dan potensi budaya Kalurahan Trimulyo dan Sesar Opak Bukit Mengger. Dalam kesempatan tersebut turut diperkenalkan buku literasi batik yang memuat sejarah serta berbagai motif Batik Nitik.
Literasi budaya menjadi penting karena pengetahuan mengenai warisan budaya tidak cukup hanya diwariskan secara lisan. Dokumentasi dalam bentuk buku dan berbagai media literasi dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah, filosofi, motif, serta perkembangan Batik Nitik kepada generasi muda dan masyarakat luas. Dengan demikian, literasi dapat menjadi salah satu jalan untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya lokal.
Narasumber berikutnya yaitu Fadhilah Najibah, selaku pamong yang sekaligus mengelola Pojok Baca Kalurahan Trimulyo, menyampaikan bahwa meningkatkan minat baca dari tingkat paling dasar, yaitu masyarakat di kalurahan, bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, hal tersebut tetap dapat diupayakan melalui penyediaan ruang baca yang nyaman, akses terhadap bahan bacaan, kegiatan literasi, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Kalurahan sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan memiliki kewajiban untuk memberikan informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, literasi informasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang mampu memperoleh, memahami, dan menggunakan informasi secara tepat.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kalurahan Trimulyo untuk terus mengembangkan budaya literasi. Pojok Baca, ruang pelayanan, papan informasi, serta berbagai media informasi kalurahan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan pengetahuan dan informasi publik.
Talk show ini pada akhirnya menegaskan bahwa literasi dan bela negara memiliki hubungan yang erat. Membaca, memahami sejarah, mengenal budaya, menjaga informasi yang benar, menciptakan karya, serta membagikan pengetahuan yang bermanfaat merupakan bentuk kontribusi masyarakat dalam membangun bangsa.
Dari kalurahan, gerakan literasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana: membaca satu buku, mengenalkan satu budaya, mengajak satu orang belajar, hingga menghasilkan satu karya yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Dengan literasi yang kuat, masyarakat tidak hanya menjadi lebih berpengetahuan, tetapi juga semakin mampu menjaga identitas, potensi, dan masa depan bangsanya.
Formulir Penulisan Komentar
Tautan
PAMONG DESA TRIMULYO
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Tim Jupiter Aerobatic Team Hadirkan Karya Musik Lokal Sebagai Persembahan Hut Ke-81 Kemerdekaan RI
- Literasi Negriku: Literasi Desa dalam Film Pendek Kebudayaan Digelar di Grahatama Yogyakarta
- Infromasi Pengisian Staf Honorer Kalurahan Trimulyo Tahun 2026
- Telah dibuka Lowongan Staf Honorer Kalurahan Trimulyo
- Talk Show Literasi Negriku: Literasi Membangun Bangsa dan Membela Negara
- Serah Terima Bantuan Upah Program Jamban Sehat di Kalurahan Trimulyo
- Rapat Koordinasi Persiapan Musrenbangkal Bahas Perubahan RPJM Kalurahan Trimulyo
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License
















